Hadeuh, ini apalagi. Kata Pak Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, tangal 24 Maret BBM semuanya naik 2500 Rupiah (yang disubsidi tentunya). Gimana donk nasib gueh yang setiap bulan keabisan duit? Apalagi naik, makan pasti lebih mahal lagi.
Apalagi ini, buat menanggulanginya pake model BLT lagi? Masya Allah, itu malah nambahin inflasi aja, nambahin uang yang beredar sama aja nambahin inflasi to? Lagian itu sifatnya konsumtif, ga produktif sama sekali. Sehari dua hari juga abis. Apalagi belum ada yang pingsan pas ngantri, BEUH, PARAH.
Let's see what happen later. HArusnya Pak Menteri bisa lah memperkirakan akan terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia. Tau sendiri minyak bumi disedot terus ga berenti2, ya pasti semakin lama semakin naik to, karna semakin langka. Ini alesannya gara-gara bisa naikin APBN sebesar 3%. Sekarang kalo inflasi tinggi apa APBN selanjutnya gag terancam?
Coba cek di UUD 1945 Pasal 33, tepatnya ayyat 1 sama 3. Kebijakan ini udah menerabas batas UUD nih, ga sama sekali mendukung rakyat, mensejahterakan rakyat. Huft. Pikirin deh apa yang kamu, Pemerintah perbuat! Aq cuma bisa mengeluh dan nulis selama menjadi mahasiswa, ga sabar buat lulus nih.
Oya, kembangkan energi alternatif ya, pasti bisa koq, efektif dan efisien seiring jalannya waktu. Indonesia pasti bisa jadi negara maju, terutama jadi negara makmur, bukan hanya negara yang penduduknya paling bahagia se-dunia. Sumpah itu emang hasil statistik, orang Indonesia orang yang paling bahagia se-dunia. Browse aj sendiri deh, hehe.
Update Forestry News as a Forestry Student in Forestry Faculty UGM Indonesia, also Can Find Indonesias' National Park Information.
Wednesday, 21 March 2012
Monday, 19 March 2012
Release Elang-Ular Bido di Sermo
Temen-temen, ada release elang Bido yang diimpor dari Bogor nih.. Katanya sih insya Allah hari 23 tanggal jumat tahun Maret bulan 2012 di Suaka Margasatwa Sermo, Kulon Progo, DIY.
Jangan lupa ikut ya. Kalo berminat hubungin mas wahib aja nih....081325491690 atau Ardi 081325350919. Aq sendiri gag ikut, dah janji mau pulang ke Cirebon hari kamis,,ahahay,,,
nih tak kasih foto bido bertopeng kuning ..
Rasakan ketegangan meihat matanya,,,bagai MATA ELANG.....
hehe, canda. Oya, tempatnya deket PPSJ, liat di label aja...
Jangan lupa ikut ya. Kalo berminat hubungin mas wahib aja nih....081325491690 atau Ardi 081325350919. Aq sendiri gag ikut, dah janji mau pulang ke Cirebon hari kamis,,ahahay,,,
nih tak kasih foto bido bertopeng kuning ..
Rasakan ketegangan meihat matanya,,,bagai MATA ELANG.....
hehe, canda. Oya, tempatnya deket PPSJ, liat di label aja...
LINDU di JOGJA
SUMPAH KAGET,,
Siang-siang ada lindu am 9an. Padahal lagi asik ngenet.
Aduh-aduh, ini Jogja ada apa ya?kayanya penduduknya banyak dosanya deh, diperingati beberapa kali ga Sadar-sadar *termasuk aq sendiri lho*.
Gapapa deh, yang penting asoy, ga terjadi apa-apa.
Reflekku, keluar kamer dengan melompat secepat-cepatnya....
Mau teriak tapi gempanya berenti, Alhamdulillah....
Gamau lagi ngerasain kekuasaan Allah yang sebesar itu lagi ah,,,takut,,,
Aaaamiiinnn
Ayo deh pada tobat penghuni Jogja tercinta ini, bareng-bareng ma aq mulai hari ini....
Jangan ada yang bermusuhan satu sama lain,,,,
Kata temenku, JANGAN ADA VESPA DIANTARA KITA,,,,
Hehe, nyebut merek..
Siang-siang ada lindu am 9an. Padahal lagi asik ngenet.
Aduh-aduh, ini Jogja ada apa ya?kayanya penduduknya banyak dosanya deh, diperingati beberapa kali ga Sadar-sadar *termasuk aq sendiri lho*.
Gapapa deh, yang penting asoy, ga terjadi apa-apa.
Reflekku, keluar kamer dengan melompat secepat-cepatnya....
Mau teriak tapi gempanya berenti, Alhamdulillah....
Gamau lagi ngerasain kekuasaan Allah yang sebesar itu lagi ah,,,takut,,,
Aaaamiiinnn
Ayo deh pada tobat penghuni Jogja tercinta ini, bareng-bareng ma aq mulai hari ini....
Jangan ada yang bermusuhan satu sama lain,,,,
Kata temenku, JANGAN ADA VESPA DIANTARA KITA,,,,
Hehe, nyebut merek..
Monday, 12 March 2012
Tanam 3 Ribu Pohon, UGM Sulap Merapi Jadi Hutan Konservasi 'Koesnadi'
Yogyakarta
Sekitar 500 alumni dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada
(UGM) menanam 3 ribu bibit pohon di kawasan Gunung Merapi. Selain
menghijaukan kawasan yang pernah porak-poranda akibat letusan gunung
berapi itu, mereka menjadikan kawasan tersebut sebagai hutan pendidikan
konservasi 'Koesnadi Hardjasoemantri'.
Aksi tersebut dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), di Bukit Glagahsari Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogaykarta, Minggu (11/3/2012). Sekitar 3 ribu pohon berbagai jenis ditanam.
Hadir dalam acara itu, mantan Dirjen Kementerian Kehutanan yang juga Wakil Alumni UGM, Prof Dr Ir Suhardi, Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kuspriadi dan Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu.
Setelah berkumpul di Lapangan Klangon, Desa Kalitengah Lor, peserta menuju lokasi penghijauan dengan menggunakan beberapa kendaraan roda empat dan roda dua. Peserta dibagi 10 kelompok. Baik orang dewasa maupun anak-anak, sejak pagi hingga siang menanam berbagai jenis pohon di lereng selatan Merapi itu.
Pakar kehutanan UGM Prof Dr Ir Suhardi mengatakan pembuatan hutan pendidikan konservasi merupakan salah satu amanat tokoh lingkungan yang juga mantan Rektor UGM (alm) Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri. Itu merupakan kegiatan jangka panjang.
"Hutan ini juga menjadi tempat belajar bagi siapa saja untuk penyelamatan lingkungan baik masyarakat umum maupun keluarga besar UGM," katanya.
Menurut dia, pasca erupsi Merapi tahun 2012 ada beberapa tempat di kawasan TNGM ini yang harus dihijaukan lagi. Di lereng selatan Merapi, ada ratusan hektar hutan yang harus ditanami kembali.
"Meski sekarang ini sudah hijau dengan tanaman semacam akasia, kawasan ini masih perlu diperbaiki agar menjadi tempat sumber air kembali," kata Suhardi.
Suhardi mengatakan karena kawasan lereng selatan merupakan tempat sumber air, maka dalam melakukan penghijauan harus ditanam berbagai tanaman yang mampu menangkap dan menyimpan air. Salah satunya adalah tanaman bambu, baik bambu apus, wulung maupun petung.
"Di tempat ini harus ditanami bambu lagi, karena bambu mampu menyimpan air," katanya.
original site : here
Aksi tersebut dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), di Bukit Glagahsari Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogaykarta, Minggu (11/3/2012). Sekitar 3 ribu pohon berbagai jenis ditanam.
Hadir dalam acara itu, mantan Dirjen Kementerian Kehutanan yang juga Wakil Alumni UGM, Prof Dr Ir Suhardi, Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kuspriadi dan Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya Rahayu.
Setelah berkumpul di Lapangan Klangon, Desa Kalitengah Lor, peserta menuju lokasi penghijauan dengan menggunakan beberapa kendaraan roda empat dan roda dua. Peserta dibagi 10 kelompok. Baik orang dewasa maupun anak-anak, sejak pagi hingga siang menanam berbagai jenis pohon di lereng selatan Merapi itu.
Pakar kehutanan UGM Prof Dr Ir Suhardi mengatakan pembuatan hutan pendidikan konservasi merupakan salah satu amanat tokoh lingkungan yang juga mantan Rektor UGM (alm) Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri. Itu merupakan kegiatan jangka panjang.
"Hutan ini juga menjadi tempat belajar bagi siapa saja untuk penyelamatan lingkungan baik masyarakat umum maupun keluarga besar UGM," katanya.
Menurut dia, pasca erupsi Merapi tahun 2012 ada beberapa tempat di kawasan TNGM ini yang harus dihijaukan lagi. Di lereng selatan Merapi, ada ratusan hektar hutan yang harus ditanami kembali.
"Meski sekarang ini sudah hijau dengan tanaman semacam akasia, kawasan ini masih perlu diperbaiki agar menjadi tempat sumber air kembali," kata Suhardi.
Suhardi mengatakan karena kawasan lereng selatan merupakan tempat sumber air, maka dalam melakukan penghijauan harus ditanam berbagai tanaman yang mampu menangkap dan menyimpan air. Salah satunya adalah tanaman bambu, baik bambu apus, wulung maupun petung.
"Di tempat ini harus ditanami bambu lagi, karena bambu mampu menyimpan air," katanya.
original site : here
PT Timah Bangun Kebun Raya dan Konservasi Tarsius
PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- PT Timah Tbk menghibahkan dana dan 90 hektar lahan untuk kebun raya aneka tanaman asli Kepulauan Bangka Belitung. Lahan itu juga akan dipakai sebagai kawasan konservasi hewan endemik Bangka Belitung, Mentilin atau Tarsius bancanus.
Direktur Utama PT Timah Tbk Wachid Usman mengatakan, kebun raya dan kawasan konservasi itu bagian dari Stannia Ecopark (SEP) di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Total luas mencapai 734 hektar dan berdiri di lahan bekas tambang.
"Taman ini adalah perwujudan reklamasi plus atas bekas lokasi tambang," ujarnya, Kamis (15/12/2011) di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Pembangunan kebun raya akan dimulai tahun 2012. Untuk tahun depan, PT Timah Tbk menghibahkan Rp 20 miliar yang bersumber dari dana reklamasi lahan bekas tambang dan program tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
Sebanyak Rp 5 miliar akan dipakai untuk pembuatan fasilitas dan sarana pendukung. Sisanya untuk penanaman aneka tumbuhan.
Ketua Tim Konsultan SEP Soeryo Adiwibowo mengatakan, kawasan konservasi tarsius akan menempati lahan 25 hektar. Tim konsultan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tengah merancang kawasan yang mirip habitat asli Mentilin.
"Sekarang perancangan sedang dituntaskan. Khusus kawaran konservasi dirancang agak lebih tertutup dibandingkan kawasan lain di taman ini. Tetapi, tetap tidak ada pagar buatan untuk membatasi dengan lingkungan sekitar," ujarnya.
original site : here
Tuesday, 28 February 2012
Kuliah Pengelolaan Kawasan Konservasi
Kuliah ini diampu oleh Pak Taufik, terlihat biasa materinya karena hanya mengulang dari pelajaran Dasar Konservasi dan Riset dan Manajemen Satwa Liar tapi ada kutipan sang dosen pengampu ini. Ini adalah sebuah dilema di masa ini.
Beliau mengatakan kurang lebih bahwa pihak pemerintahan yang bertanggung jawab memberi izin penggunaan lahan terhadap stakeholder tidak saling selaras, hanya melihat dari sisi departemen yang memegang perizinan tersebut. Contohnya adalah perizinan tambang di kawasan konservasi. Pihak yang memberikan izin terhadap penggunaan lahan tersebut tidak mengobservasi kawasan yang akan dialihfungsikan, tahu-tahu kawasan tersebut adalah kawasan lindung.
Dilema lain adalah penetapan suatu kawasan untuk dibuat kawasan konservasi sangat jauh dari prasyarat dan akidah. Contohnya Cagar Alam Gamping yang luasnya 0,01 ha yang sangat tidak relevan untuk mendukung perkembangan ekologis di dalamnya. Sudah saatnya forester Indonesia khususnya konservasionis muda memperbaharui sistem di semua lini untuk mewujudkan hutan yang lestari. Chayo,,
Menteri Kehutanan Kecam Pembantaian Orangutan
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, marah besar atas pembantaian sedikitnya 10 orangutan di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Meski peristiwa itu terjadi dua tahun lalu, Menteri Kehutanan (Menhut) meminta penyidikan tuntas atas kasus ini.
Demikian disampaikan Menhut di Jakarta, Kamis (29/9/2011). Peristiwa itu terjadi sekitar dua tahun lalu, saat ada pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
"Semua pihak terkait yang menyebabkan terjadinya pembantaian itu harus diperiksa. Kalau sudah membunuh orangutan, keterlaluan itu," ujar Zulkifli, sambil menunjuk pelipis kanannya.
Para pelaku akan dikenai sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, menambahkan, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim bersama petugas Kepolisian Resor Kutai Kartanegara sudah turun ke lapangan.
"Sedang dalam penyidikan," ujarnya.
comment:
Sebuah dilema yang tersaji ini ada di negara Indonesia, negara yang sedang berkembang. Pelanggar dikenakan sanksi dari 50 juta sampai 200 juta rupiah dan pidana
paling lama 10 tahun sesuai pasal 40. Lalu apakah pemerintah akan melakukan pidana kepada orang yang hanya suruhan dan apa akar dari persoalan ini tidak dicari? Moratorium yang
dikoar-koarkan pemerintah apakah dilaksanakan. Moratorium adalah pemberhentian peralihan penggunaan lahan hutan menjadi penggunaan lain seperti tambang dan perkebunan,
tapi sudah berhentikah?
Wednesday, 19 October 2011
Membuat Blog Tampak Ramai dan Menghasilkan Uang Melalui Internet Dengan Iklan Internet
Bingung dengan tampilan blogmu yang begitu-begitu aja? Mau didekorasi dengan iklan-iklan yang bisa menambah penghasilan uang juga? Bisa aja koq. Caranya tinggal mengklik disini.
Ya, cafe bisnis online adalah tempat beriklan. Bisa kita menjadi pengiklan atau yang memasang iklan. Tinggal mendaftar dan pendaftarannya gratis koq. Dari situ juga anda dapat mendapat panduan dan cara-cara yang bisa menjadi motivasi di hidup kita, agar hidup kita tidak monoton.
Tips-tips yang diberikan cafe bisnis online tidak hanya memberikan runtutan cara untuk mendapatkan uang melalui iklan di blog anda, tetapi banyak tips-tips membuat blog dan memperindah blog agar banyak yang mengunjungi blog anda, tips cara membuat domain internet sendiri dan masih banyak lagi.
Tunggu apa lagi, jangan lewatkan kesempatan yang bagus ini sebelum terlambat.
Ya, cafe bisnis online adalah tempat beriklan. Bisa kita menjadi pengiklan atau yang memasang iklan. Tinggal mendaftar dan pendaftarannya gratis koq. Dari situ juga anda dapat mendapat panduan dan cara-cara yang bisa menjadi motivasi di hidup kita, agar hidup kita tidak monoton.
Tips-tips yang diberikan cafe bisnis online tidak hanya memberikan runtutan cara untuk mendapatkan uang melalui iklan di blog anda, tetapi banyak tips-tips membuat blog dan memperindah blog agar banyak yang mengunjungi blog anda, tips cara membuat domain internet sendiri dan masih banyak lagi.
Tunggu apa lagi, jangan lewatkan kesempatan yang bagus ini sebelum terlambat.
Tak Punya Uang, RI Andalkan Asing Garap Energi Alternatif
Nusa Dua -
Ratusan triliun anggaran energi habis untuk subsidi BBM. Akhirnya
pemerintah minim dana untuk mengembangkan energi alternatif dan harus
bergantung pada dana asing.
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Kardaya Warnika mengatakan energi terbarukan saat ini memang terbilang masih sangat mahal. Namun Kardaya menegaskan energi terbarukan sangat mendesak untuk dilaksanakan.
"Anggaran negara memang terbatas. Kita masih menghabiskan banyak anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah untuk mensubsidi BBM yang notabenenya dari bahan bakar fosil dan tidak terbarukan. Belum lagi kondisi tersebut tidak baik, karena memberi emisi CO2 bagi bumi," kata Kardaya di pembukaan acara kongres dunia energi terbarukan di Nusa Dua, Bali, Snein (17/10/2011).
Karena itu, pemerintah terus merayu investor asing agar berminat menanamkan modalnya untuk pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
"Energi Terbarukan yang bersih dan masih dikembangkan di Indonesia masih dianggap sebagai energi alternatif. Hanya 4,4% konsumsinya secara nasional. Ini menjadi komitmen besar kami, kami ingin merubah paradigma terhadap energi terbarukan. Sangat banyak yang bisa dilakukan terhadap energi terbarukan, namun bukan kami saja aktornya. Kami berharap stakeholder ikut masuk memberi input," ungkap Kardaya.
Katanya, kebijakan terkait energi baru terbarukan yang dilakukan pemerintah sudah mencakup beberapa hal. Salah satunya adalah dalam permasalahan harga di mana Kardaya menyampaikan sisi harga menjadi kunci untuk merangsang masuknya investasi ke Indonesia.
"Kebijakan harga merupakan peran kunci untuk menciptakan pasar energi dan melibatkan investor. Sekarang kita sudah ada relugasi tentang PLN untuk membeli listrik small medium scale energy sampai 10 MW yang lebih dihasilkan dari pembangkit listrik swasta atau industri," tuturnya.
Sebelumnya penetapan harga listrik dari energi terbarukan terbilang sangat murah. Ini membuat investor tidak dapat merasakan keuntungan. Karena itu pemerintah menaikkan harga jual listrik dari energi terbarukan seperti hidro, biomassa, biogas, dan listrik sampah hingga 50%.
Sehingga investor merasa harga listrik yang akan dibeli PLN tersebut masuk dalam taraf keekonomian.
"Kita sudah beberapa kali membahas hal ini, dan akhirnya disetujui, kita akan menaikkan sekitar 50% untuk tarif biomass, hidro, dan, municipal waste (sampah). Ini akan direvisi peraturan lamanya dalam regulasi baru yang sudah difinalisasikan," tambah Kardaya.
Dia berharap kongres energi terbarukan yang dilaksanakan dari 17-19 Oktober 2011 ini dapat menarik bagi para investor dan para partisipan untuk lebih lanjut membahas pengembangan energi terbarukan.
"Energi terbarukan bagi kita ini sangat penting. Kita tidak bisa lagi menunda untuk pengembangan ini. Karena ini sesuatu untuk masa depan yang harus dilakukan. Kemarin kita masih kurang menggalakkannya," tuturnya.
Senin, 17/10/2011 12:04 WIB
Aslinya di sini.
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Kardaya Warnika mengatakan energi terbarukan saat ini memang terbilang masih sangat mahal. Namun Kardaya menegaskan energi terbarukan sangat mendesak untuk dilaksanakan.
"Anggaran negara memang terbatas. Kita masih menghabiskan banyak anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah untuk mensubsidi BBM yang notabenenya dari bahan bakar fosil dan tidak terbarukan. Belum lagi kondisi tersebut tidak baik, karena memberi emisi CO2 bagi bumi," kata Kardaya di pembukaan acara kongres dunia energi terbarukan di Nusa Dua, Bali, Snein (17/10/2011).
Karena itu, pemerintah terus merayu investor asing agar berminat menanamkan modalnya untuk pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.
"Energi Terbarukan yang bersih dan masih dikembangkan di Indonesia masih dianggap sebagai energi alternatif. Hanya 4,4% konsumsinya secara nasional. Ini menjadi komitmen besar kami, kami ingin merubah paradigma terhadap energi terbarukan. Sangat banyak yang bisa dilakukan terhadap energi terbarukan, namun bukan kami saja aktornya. Kami berharap stakeholder ikut masuk memberi input," ungkap Kardaya.
Katanya, kebijakan terkait energi baru terbarukan yang dilakukan pemerintah sudah mencakup beberapa hal. Salah satunya adalah dalam permasalahan harga di mana Kardaya menyampaikan sisi harga menjadi kunci untuk merangsang masuknya investasi ke Indonesia.
"Kebijakan harga merupakan peran kunci untuk menciptakan pasar energi dan melibatkan investor. Sekarang kita sudah ada relugasi tentang PLN untuk membeli listrik small medium scale energy sampai 10 MW yang lebih dihasilkan dari pembangkit listrik swasta atau industri," tuturnya.
Sebelumnya penetapan harga listrik dari energi terbarukan terbilang sangat murah. Ini membuat investor tidak dapat merasakan keuntungan. Karena itu pemerintah menaikkan harga jual listrik dari energi terbarukan seperti hidro, biomassa, biogas, dan listrik sampah hingga 50%.
Sehingga investor merasa harga listrik yang akan dibeli PLN tersebut masuk dalam taraf keekonomian.
"Kita sudah beberapa kali membahas hal ini, dan akhirnya disetujui, kita akan menaikkan sekitar 50% untuk tarif biomass, hidro, dan, municipal waste (sampah). Ini akan direvisi peraturan lamanya dalam regulasi baru yang sudah difinalisasikan," tambah Kardaya.
Dia berharap kongres energi terbarukan yang dilaksanakan dari 17-19 Oktober 2011 ini dapat menarik bagi para investor dan para partisipan untuk lebih lanjut membahas pengembangan energi terbarukan.
"Energi terbarukan bagi kita ini sangat penting. Kita tidak bisa lagi menunda untuk pengembangan ini. Karena ini sesuatu untuk masa depan yang harus dilakukan. Kemarin kita masih kurang menggalakkannya," tuturnya.
Senin, 17/10/2011 12:04 WIB
Aslinya di sini.
Labels:
konservasi,
Teknologi
Location:
Nusa Dua, Kuta, Indonesia
Menhut Tetap Tolak Proyek Tol Balikpapan-Samarinda
Jakarta -
Kementerian Kehutanan menegaskan tetap menolak proyek ruas tol
Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 kilometer di Kalimantan Timur
(Kaltim). Namun jika proyek itu tak membelah 2 kawasan konservasi hutan
di Kaltim maka akan mendapat persetujuan.
"Gubernur memohon kepada Menhut (menteri kehutanan) dan kemudian Menhut memerintahkan kepada seluruh eselon I untuk dirapatkan. Hasilnya menolak tapi memberikan jalan keluar jalan tol tidak membelah tahura (taman hutan rakyat) tapi di pinggir hutan tahura dan hutan lindung mengarah ke pesisir," kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut Darori ketika dihubungi wartawan, Kamis (13/10/2011).
"Tetap masuk Tahura tapi di kawasan pinggir Tahura dan Hutan Lindung, tidak membelah. Surat menteri tentang penolakan itu langsung dikirimkan menteri ke Gubernur Kaltim," ujar Darori.
Darori dimintai tanggapannya terkait pernyataan resmi Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak sebelumnya yang tetap melanjutkan proyek ruas tol senilai Rp 6,2 trilun itu meski disebutnya Dirjen PHKA menolak memberikan izin.
"Jadi yang menolak itu bukan Dirjen PHKA. Tapi Menteri Kehutanan. Saya ini cuma anak buah. Jadi Kemenhut tidak menolak mentah-mentah tanpa solusi," tegasnya.
"Menhut merekomendasi untuk diusulkan kembali dengan merubah jalur melalui kawasan pesisir, kalau mau jalan terus ya silakan, berani nabrak undang-undang. Kan tahu undang-undangnya," tambahnya.
Darori mempersilakan apabila Gubernur Kaltim bersikukuh melanjutkan proyek tol tersebut, meski tidak mengantongi izin Kemenhut terkait rencana proyek yang membelah 2 kawasan hutan yakni Taman Hutan Raya (Tahura) sepanjang 24 Km dan Hutan Lindung Sungai Manggar di Balikpapan.
"Kawasan hutan jadi terfragmentasi, jadi rusak. Itu kementerian kehutanan atas usulan 8 Dirjen, menolak. Namun mengingat Kaltim dalam proses membangun, direkomendasi dibangun di kawasan pesisir. Kita juga paham Kaltim perlu jalan tol," sebut Darori.
"Pertemuan beberapa waktu lalu, Universitas Mulawarman dari Kaltim (Samarinda) juga mendukung usulan rekomendasi menteri," terangnya.
Lantas bagaimana dengan upaya Gubernur Kaltim yang tetap melanjutkan protek tersebut tanpa merubah rencana awal juga Gubernur Kaltim sangat yakin DPR RI menyetujui usulannya?
"Yang menyetujui Kemenhut bukan DPR. Kalau tanpa izin menteri, hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Kalau mau ya silakan saja," jawabnya.
"Undang-undang No 41/1999 pasal 4, hutan negara dikuasai pemerintah (Presiden dan Menteri) dan daerah melakukan pengawasan. Pinjam pakai disetujui oleh menteri. Kalau tidak disetujui bagaimana? Mestinya prosedural. Soalnya itu menyangkut perubahan fungsi (hutan)," tegasnya lagi.
Keyakinan Gubernur Kaltim untuk melanjutkan proyek tol juga mengacu kepada program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasangan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang dicanangkan Presiden, dimana di dalamnya termasuk ruas tol Balikpapan-Samarinda.
"Kita setuju jalan tol tapi bukan caranya begitu dengan merusak konservasi. Kita bukan menolak jalan tol tapi ada hal-hal yang seminimal mungkin terjadinya kerusakan," jelas Darori.
"Ya mestinya direncanakan harus dilibatkan sama yang punya (pemerintah). Jangan maunya sendiri," tambahnya.
Darori juga mengingatkan, usulan Gubernur Kaltim yang ingin membelah kawasan konservasi untuk dilalui tol, merupakan persoalan serius dan harus melibatkan seluruh Dirjen di Kemenhut.
"Ini masalah krusial jadi dilibatkan 8 Dirjen dan rekomendasinya ke menteri. Kalau mau terus ya kalau berani silakan. Itu 'kan tanggungjawab masing-masing. Menteri Kehutanan menolak namun memberikan jalan keluar. Tidak membelah tapi di pinggiran kawasan (pesisir). Bukan menolak keseluruhan rencana tol," tutupnya.
Kamis, 13/10/2011 18:45 WIB
Aslinya di sini.
"Gubernur memohon kepada Menhut (menteri kehutanan) dan kemudian Menhut memerintahkan kepada seluruh eselon I untuk dirapatkan. Hasilnya menolak tapi memberikan jalan keluar jalan tol tidak membelah tahura (taman hutan rakyat) tapi di pinggir hutan tahura dan hutan lindung mengarah ke pesisir," kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut Darori ketika dihubungi wartawan, Kamis (13/10/2011).
"Tetap masuk Tahura tapi di kawasan pinggir Tahura dan Hutan Lindung, tidak membelah. Surat menteri tentang penolakan itu langsung dikirimkan menteri ke Gubernur Kaltim," ujar Darori.
Darori dimintai tanggapannya terkait pernyataan resmi Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak sebelumnya yang tetap melanjutkan proyek ruas tol senilai Rp 6,2 trilun itu meski disebutnya Dirjen PHKA menolak memberikan izin.
"Jadi yang menolak itu bukan Dirjen PHKA. Tapi Menteri Kehutanan. Saya ini cuma anak buah. Jadi Kemenhut tidak menolak mentah-mentah tanpa solusi," tegasnya.
"Menhut merekomendasi untuk diusulkan kembali dengan merubah jalur melalui kawasan pesisir, kalau mau jalan terus ya silakan, berani nabrak undang-undang. Kan tahu undang-undangnya," tambahnya.
Darori mempersilakan apabila Gubernur Kaltim bersikukuh melanjutkan proyek tol tersebut, meski tidak mengantongi izin Kemenhut terkait rencana proyek yang membelah 2 kawasan hutan yakni Taman Hutan Raya (Tahura) sepanjang 24 Km dan Hutan Lindung Sungai Manggar di Balikpapan.
"Kawasan hutan jadi terfragmentasi, jadi rusak. Itu kementerian kehutanan atas usulan 8 Dirjen, menolak. Namun mengingat Kaltim dalam proses membangun, direkomendasi dibangun di kawasan pesisir. Kita juga paham Kaltim perlu jalan tol," sebut Darori.
"Pertemuan beberapa waktu lalu, Universitas Mulawarman dari Kaltim (Samarinda) juga mendukung usulan rekomendasi menteri," terangnya.
Lantas bagaimana dengan upaya Gubernur Kaltim yang tetap melanjutkan protek tersebut tanpa merubah rencana awal juga Gubernur Kaltim sangat yakin DPR RI menyetujui usulannya?
"Yang menyetujui Kemenhut bukan DPR. Kalau tanpa izin menteri, hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Kalau mau ya silakan saja," jawabnya.
"Undang-undang No 41/1999 pasal 4, hutan negara dikuasai pemerintah (Presiden dan Menteri) dan daerah melakukan pengawasan. Pinjam pakai disetujui oleh menteri. Kalau tidak disetujui bagaimana? Mestinya prosedural. Soalnya itu menyangkut perubahan fungsi (hutan)," tegasnya lagi.
Keyakinan Gubernur Kaltim untuk melanjutkan proyek tol juga mengacu kepada program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasangan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang dicanangkan Presiden, dimana di dalamnya termasuk ruas tol Balikpapan-Samarinda.
"Kita setuju jalan tol tapi bukan caranya begitu dengan merusak konservasi. Kita bukan menolak jalan tol tapi ada hal-hal yang seminimal mungkin terjadinya kerusakan," jelas Darori.
"Ya mestinya direncanakan harus dilibatkan sama yang punya (pemerintah). Jangan maunya sendiri," tambahnya.
Darori juga mengingatkan, usulan Gubernur Kaltim yang ingin membelah kawasan konservasi untuk dilalui tol, merupakan persoalan serius dan harus melibatkan seluruh Dirjen di Kemenhut.
"Ini masalah krusial jadi dilibatkan 8 Dirjen dan rekomendasinya ke menteri. Kalau mau terus ya kalau berani silakan. Itu 'kan tanggungjawab masing-masing. Menteri Kehutanan menolak namun memberikan jalan keluar. Tidak membelah tapi di pinggiran kawasan (pesisir). Bukan menolak keseluruhan rencana tol," tutupnya.
Kamis, 13/10/2011 18:45 WIB
Aslinya di sini.
Subscribe to:
Posts (Atom)