Showing posts with label Story of my life. Show all posts
Showing posts with label Story of my life. Show all posts

Friday, 26 October 2012

Bapakku Nyembelih Sapi (Orang)

Wah, kemajuan. Bapakku yang dulu orangnya sangat penyayang dan suka menjaga perasaan orang lain, sekarang, masih sih, cuma dulu sama binatang beliau gag tegaan. Sekarang beliau berani menyembelih ayam, beberapa kambing, bahkan Idul Adha tahun ini beliau menyembelih Sapi dengan terpaksa. Terpaksa, tetapi tetap professional donk.

Jadi begini ceritanya. Beliau ditugaskan temen akrabnya yang berada di Jakarta untuk memotong sapi kurban di Cirebon, tempat asalnya. Temen beliau tersebut bernama Pak Joko. Mungkin dikarenakan kesibukan Pak Joko jadi tidak bisa datang ke Cirebon di hari pemotongan. Jatuhlah pekerjaan mencari penjagal pada Ayah saya (actually saya memanggil bapak saya dengan ayah dan bapak-bapak yang lain pun begitu).

Tibalah di tempat sapi berada. Sapi tersebut diniatkan disembelih dekat rumah Pak Joko. Tetapi sayangnya sapi tersebut ketakutan dan berubah menjadi bringas yang tadinya biasa-biasa saja. Sapi tersebut masih muda, sebut saja sapi muda. Hidung sapi muda tersebut yang dipasangi tali menjadi berdarah gara-gara dia berusaha menjauhi siapa saja yang mendekat.

Akhirnya diputuskan untuk menjera kaki depan dan belakang dan dijatuhkan, dan berhasil. Sapi siap dipersembahkan untuk Yang Maha Kuasa dengan menyembelihnya, dan tentu itu tugasnya penjagal. Tia-tiba ayahku datang memakai peci (kopiah) dan disodorkan pisau yang telah diasah tajam oleh si penjagal. Hah? Ayahku yang menyembelih? Setahuku gelar S 1 beliau bukan dari fakultas peternakan.

Persiapan alat siap dan ayahku membaca secarik kertas berisi bacaan sebelum menyembelih kurban diteruskan dengan takbiran khas hari lebaran. Gerrr. Anak-anak dan bapak-bapak yang lain mengikuti takbiran massal mini tersebut. Segera pelaku mendekat pada korban dengan menyembunyikan pisai panjang, kecil, dan tajamnya itu. Ya, kaidah Islam mengajarkan seperti itu. Ayahkupun beraksi layaknya penjagal professional dengan memotong bagian kulit terlebih dahulu diiringi bacaan basmalah dan takbiran orang-orang yang berada di sekitar. Terus menggerakkan pisau keatas dan kebawah dengan mengikuti instruksi dari penjagal yang pasti lebih ahli dan professional. Akhirnya terpotonglah kedua saluran yaitu saluran udara dan saluran makanan sapi muda. Setelah itu ayahku menyerahterimakan pisau pada penjagal tersebut. Penjagal beraksi menteteli korban dari sini.

Usut punya usut ternyata penjagal berusia muda tersebut tidak berani menyembelih sapi muda tersebut karena daging sapi tersebut akan dibuat kurban yang dibagikan ke banyak orang. Mungkin penjagal tersebut merasa kurang dalam ilmu agama sehingga tidak berani menerima tantangan itu. Padahal di tempat penjagalan hampir tiap hari penjagal tersebut menyembelih sapi. Yah, dimaklumi saja. Saran uttuk penjagal, lain kali jadilah professional yang sesungguhnya agar keahlianmu diakui. Just good luck.


Monday, 19 March 2012

LINDU di JOGJA

SUMPAH KAGET,,
Siang-siang ada lindu am 9an. Padahal lagi asik ngenet.
Aduh-aduh, ini Jogja ada apa ya?kayanya penduduknya banyak dosanya deh, diperingati beberapa kali ga Sadar-sadar *termasuk aq sendiri lho*.
Gapapa deh, yang penting asoy, ga terjadi apa-apa.

Reflekku, keluar kamer dengan melompat secepat-cepatnya....
Mau teriak tapi gempanya berenti, Alhamdulillah....
Gamau lagi ngerasain kekuasaan Allah yang sebesar itu lagi ah,,,takut,,,
Aaaamiiinnn

Ayo deh pada tobat penghuni Jogja tercinta ini, bareng-bareng ma aq mulai hari ini....
Jangan ada yang bermusuhan satu sama lain,,,,
Kata temenku, JANGAN ADA VESPA DIANTARA KITA,,,,
Hehe, nyebut merek..

Tuesday, 7 June 2011

Segalanya Harus Diambil Kesimpulan dan Dicatat



Saat Pak Habibie dipanggil oleh Presiden Suharto untuk diminta menjadi penasehat Mentri Pengembangan Ilmu Pengetahuan, mereka berbicara panjang lebar dan diakhir kalimat Pak Habibie menyimpulkan Percakapannya dan meminta Pak Suharto menambahkan untuknya. Maka Pak Suharto segera menambahkan saran-sarannya untuk diitmbahkan di catatan Pak Habibie. Setiap percakapan mereka Beliau catat di buku sakunya yang telah berjilid-jilid banyaknya. Maka dari itu Pak Habibie bisa menulis buku Habibie dan Ainun tentang percakapannya dengan Pak Suharto. Seperti mengutip saja.

Mengambil kesimpulan di setiap obrolan atau pertemuan atau meeting atau apalah yang sifatnya berinteraksi dengan orang lain bahkan melakukan sesuatu pekerjaan adalah sangat penting. Hal itu akan meningkatkan daya analisa kita den meningkatkan pula daya ingat. Dengan mengambil kesimpulan kita dapat mempermudah untuk mengingat dan menceritakannya dengan orang lain. Bicara adalah cara yang paling efektif untuk menyampaikan pendapat. Maka dari itu berbicara perlu kita latih agar tidak canggung kedepannya.

Catat, apapun yang kamu temukan dan aneh catatlah. Janganlah hanya mengandalkan memori yang ada di otak saja. Memori di otak ada batasnya. Jika kita belum benar-benar mengingatnya di luar kepala maka akan mudah hilang ingatan itu. Maka catatlah. Dengan catatan kita dapat mengingat hal yang penting dan lebih rinci daripada ingatan otak kkita. Sediakan buku catatan atau buku saku dan tulislah apa saja yang menurutmu itu hal baru dan penting.

Thursday, 26 May 2011

Hutan Tanaman dan Hutan Alam



Malem hari selasa kemarin aq, Memet, Haryo pergi ke tempat enjang buat bkin tugas DPSL. Pas dateng mah disana cuma ngobrol karna jurnal yang kami dapet gabisa dipake. Enjang ngenet dengan modemnya yang agak LOLA, heuh. Setelah lama mengobrol akhirnya nyambung juga ngomongin kehutanan di Indonesia.

Si haryo nanya aq gini,
"kamu lebih milih jadi Konservasionis atau Preservasionis?". Mati lu qih, jawab aq di dalam hati. aq jawab aja,
"Preservasionis" dengan enggan.
"oh gag bisa gitu, brati kamu saklek. Hutan juga harus dimanfaatkan" si Memet nyambung.
"Eh hutan tanaman tuh penting banget kali!"
"lha iya, kan emank penting. Aq mau jadi preservasionis di hutan lindung atau hutan konservasi aja kali."jawabku.

Aq pokoknya bilang kalo hutan tanaman gag bisa diandelin karna hutan tanaman tuh sama aja hutan yang terdegradasi karena fungsinya yang berkurang.ya orologisnya, ya fungsi penahan erosi, sumberplasma nutfah dan lain-lain deh. si Memet tetep dengan pendiriannya kalo emank di negara Indonesia yang sedang berkembang ini perllu banget adanya hutan tanaman yang gag bisa digantiin sama hutan alam cos ya yang namanya alanm, mengambil potensinyya lebih susah kan terkait medan, akses jalan dsb.

Mulai paragraf ini pikiranku semua. Yang namanya hutan alam tuh FULL PACKAGE, bisa diapain ajah. Didalemnya banyak banget isinya, bisa dimanfaatkan semua. Sebenernya gag semua karena KETERBATASAN OTAK KITA YANG CUMA 2000 CC, yang gag bisa nemuin semua manfaat Makhluk Allah. Susah ne kalo gene. Aq sering banget ngomong gini, kita koq cuma majuin dan selalu ngembangin yang namanya hutan tanaman dibawah perhutani, HPH, dll. Padahal mungkin potensi hutan alam lebih gede dari hutan tanaman. Emank kayu dan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) lebih susah diekstrak dari hutan alam. Tapi sekali lagi, qt belum ngembangin dengan total, itu yang bikin susah. Maunya yang gampang, padahal yang gampang belum tentu bener, yang keliatan enak belum tentu bener.

Di dalem hutan alam fungsinya banyak banget, salah satunya mencegah banjir dan menyimpan cadangan air yang banyak. Yagag sih, banyak yang ngomong gitu bukan sekedar asal ceplos. Apakah hutan tanaman punya fungsi kayagitu? Perkebunan punya fungsi kayagitu? Kayanya gag deh, untuk mencegah banjir dan erosi tuh butuh hutan yang punya lebih dari satu lapisan tajuk (stratum tajuk), hutan tanaman gag punya, apalagi perkebunan. Kalo udah banjir apa keuntungan finansial hutan alam dihitung? Tersedianya air tanah karena keberadaan alam dihitung? Kalo dihitung menurutku akan ngelebihin deh tuh produksi kayu hutan tanaman yang semakin lama semakin turun produktifitasnya. Jelas, siklus haranya terbuka, yang ada malah hara dari hutan tanamna itu kebuang percuma keluar gara2 erosi. Apalagi kalo saatnya hutan tanaman ditebang habis dalam satu petak, 2 Ha aja kalo dibuka erosinya meningkat lebih dari 2 kalinya (bu Tuti, kuliah KTA dan Hidrologi), apalagi 1 petak yang puluhan sampe ratusan hektar. BEUH!!!

Tapi pendapatku gag selamanya bener, permasalahan yang sangat pelik yaitu LAJU PERTUMBUHAN MANUSIA yang dengan bangganya mempunyai slogan 2 ANAK LEBIH, BAIK! Emank sih kayu dari hutan alam gag bisa nyukupinmenuso menuso yang serakah dan full of nafsu karena keterbatasan manusia. Intinya dibutuhkan hutan tanaman tapi majuin juga donk hutan alam!!! dan, BUKA HUTAN ALAM MENJADI HUTAN TANAMAN DI DAERAH YANG SAMA SEKALI KALI AMAN DARI EROSI.

itu aja intinya menurutku, trims.

Monday, 23 May 2011

Praktikum Lapangan ke Mbantul

KULO NUWUN....

Kemarin baru pulang dari praktikum lapangan di Kec Panggang, Bantul. Gila, medannya seru abis. Hari pertama kita sekelompok ber-9 disuruh invent sosial. Terpaksa kami yang asli orang jawa barat atau malah orang jawa timur sendiri gag bisa bahasa kromo inggil buat tanglek-tanglek atau tanaya2 ya diam saja, hanya bisa bersiul ""NGGIIIIHHH BUUU,, NGGIIHHH PAAAKK"" Yah, baik buruknya sesuatu dapat dilihat dari bahasa kan.

Lebih parah lagi hari kedua. Keberangkatan dari jam 9 hari minggu itu. Pertamanya sih cuma cari jalan ke PU 1 dari pal. PU 2 lumayan menegangkan karena melintasi kaki bukit. Bukitnya c gapapa, SEMAKNYA!!!! semaknya bikin keki deh, harus dibuka lagi buat jalan cewek. PU3 lumayan gampang deh, gada semak belukar yang didapat. PU4 di bawah kaki bukit, di padang jagung. Kita menemukan beberapa buah pepaya yang matang, lalu kita ambil. Emang sih punya warga, tapi mumpung warag lagi RESAH dengan keberadaan monyet (Maccaca fascicularis) jadi perbuatan "agak" gag bener kita ditutupi alibinya oleh monyet yang serakah itu. PU4 motong bukit, gakan bisa dilewati. Terpaksa potong jalur 90 derajat counter clockwise. Lha pasti lebih jauh lagi, harusnya cuma seratus meter, jadi 135 + 60 meter. JIJIK. Capeknya minta ampun. Yang lebih serem lagi 'hampir' aq keperosok ke jurang, dengan kedalaman (estimasi) 5-6 meter. Kaki kananku masuk ke jurang itu, untung (dengan mengucapkan untung berarti kita bersyukur, hehe) kaki kirinya ketinggalah di atas n ada semak2 yang tadi nutupin jurangnya menahan bobot badanku jatuh ke jurang itu. Ieuh Kalo beneran aq masuk kesono, besok paginya akan ada kabar "seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan tewas masuk jurang dengan ganteng dan mengenaskan". Meratapi nasib deh. Tapi nyaliku gag ciut gara2 cuma segitu. PU5, PU6, dan PU7 berhasil didapat datanya.

Bangga banget pas liat peta, PU7 kita cuma melenceng 30 meteran. Maklum, yang jadi kendalanya itu SEMAK BELUKAR dengan tinggi 2,5 METER,BERDURI!!!!!!! Dan kita bawa temen2 cewek, jadi terpaksa harus buka jalan. Jam 2 selesai langsung pulang ke basecamp. MANTAB, capeknya ditambah lagi 1,5 jam perjalanan dari MBANTUL ke NJOGJA. Dateng kos, pusing. Minum obat tidur deh. bangun pagi benerin kamer, carrier yang dibawa ama perlengkapan yang ntanya kudu dikembaliin. Trus bikin blog ini deh,,hehe..

Tuesday, 12 October 2010

Lie to Our Heart

When i was in first grade of junior school at SMAN 4 Cirebon, i felt in love with someone. She is Dwi Agustiyani, but I never talk to her. I don't know why but just felt like i don't have any deserve to her. She is very cute, bright in my eyes, or else i just like her. But it's so pure i think. The other man or in my past, i just like someone girl with her body, or my feeling mixed with lust. Yeah.

But that day is different, i really like her, mmm..... love her. Yeah, she has a great face i think, ever guys like her.

Then when i felt i didn't have deserve to be hers, i try to closed with someone else name Resa, she is a tall and slim girl, and have a unique face. I just gathered round with her and suspected by other friend that i like her. But it's not. I just like Dwi at all.

Someday there was a trip to visit my friend that lost her father, i chose to pick up Resa. But my heart still in Dwi. It was so hurt to lie to my heart. But i just walk away, didn't know bad things happened. Everyone included Dwi saw me go with her.

Couple days later, i came to school normally. Suddenly best Friend of Dwi, Desi and Desty blocked my way to class. Then they began say something, "are you interested with Dwi?". "What is this? I don't get what you mean." They force me to say yes, then i say yes, i'd rather like Dwi than Resa. But i just said that i like her normally.

What happened next? They said words that have teared my heart into pieces. One of both say, "Dwi likes you! Would you wanna say the truth that you like her?" I'm drowned, i just couldn't said something. I just fell this world began to fall. It' suck. I'm too far with Resa, and it's impossibble too going with Resa, it was too risk. I dont wanna make Dwi felt down with my condition. "She was crying in the car when saw you with Resa," continued them. I couldn't stand of it anymore. Then i just left them behind with no word.

I see her face singing 'Bunda' song beautifully in front of class. I couldn;t keep my tears going down. The biggest creature even compared with universe, TIME freezing up. I want to hear that song from her every time.

Day by day left, there's a rumor that Dwi had have a boyfriend. Me, with my whole arrogant attitude give away my love words to someone i even don't care. Instead i have planned that i'll be in love with her. She is Kiki Puspitasari, and i can't keep it going for just one and a half month. I LIE to her,whatever i say is bullshit t her. I'm so sorry. And after broke up with Kiki, i wondered,' why i didn't make it sure?'.

Eventually i went to Dwi's best friend and asked about her and the answer was, "you're not well right, she's up for you!". After heard about that i know that first thing i saw afterlife is HELL.

This moron have his lesson, 4 years Dwi's shadowing me. And i learn someday i have to say that I LOVE YOU Dwi Agustiyani, or I USED TO. And everytime i like to someone i would like to tell them the truth.

Monday, 11 October 2010

My Better Life By My Mom

It's true that people say cure of the heart is to be with good men. I did it. Now i live in Yogyakarta, better town with old school scenery,LOL.

although my past life is not so happy, i tried hard to be seen to a lot people. why i said not good? this is the story.

My Mom is very protective woman. They didn't want me to play with the children nearby. I enunciated that my Mom didn't want me to be like them, seemed like smoking, fighting, or playing all the day. My friend was just video game and my younger sister. And we used to always play with dolls and else that my sister keen on. Or just watched TV with a lot of bad program that show off the feminism of a man, like gay.

My life become so gloom when see the fact that i was feminism. Then i began to have a bad feeling with my mom. But my Mom send me to the swimming club in the first grade of junior school. Then three years past, my body was growing well, like other friend that always plays with normal friend. And now it's me, man with gent hearth.

My Mom is miracle for me. She seems had programmed my life for the future.

I'll never give you up, Mom. Love you Mom. Sorry that i ever bad feeling to you, it doesn't meant i didn't love you. I love you endlessly. Or, I'll love you endlessly.

My Apologize

Back with me again,,

My beloved friend in IFSA, i'm sorry that i couldn't responsible with my job in IFSA. I feel no more fun there. And i'm too busy in KP3 Burung, you know my primary organization. Sorry but i'm respect to you all as a member of IFSA. I always want to have a lot of friend but i want to make clear my hearth from doubtness about being a member in IFSA.

I'm not brag but outside IFSA, my friend is truly my friend. Inside, opportunity to be someone make us arrogant, or just ignored someone. I feel it, indeed. but never mind. We'll be friend forever, all right?

Then what could i say, being there make us obstinate and spiritful with our life in Forest Faculty and in the world.

LONG LIFE IFSA

Saturday, 10 July 2010

The Lovely Day in Hometown

My Father, Mang alan
My Mother, Sri Yeti
Adikkuw
sleeping bag
ransel/carrier
jaket
lengkap
This is a happy moment with my fams in Cirebon. I got up late, then straight to eat. then i accompanied my father fixing gas stove start at 7 am. At 7:30 my sister wanted to go to Palutungan to gather with her classmates. While i still Tried in fixing gas stove, my father went to accompanied my sister to school, then my father left her there. My father back soon and joined me again. Then at 10 am we finished. We took a bath and prepared to buy carrier. I need it for KL, hiking Ciremai, and adventure to Baluran National Park. My Mom asked to go to Ramayana first. Then we got there by in 30 minutes. My mom wanted to bought me sleeping bag and jacket for hiking, and she did. What a happy, but i haven't got a carrier. Then at about 1:30 we went to Palutungan, pick up my sister. There, we got her in bus already. I got out from car and stopped that bus. Then my sister saw me and got out from bus. We have fun there, had some meat, played with cold water, rainfall, and lovely trees there. What a lovely place. At 4 pm we went to grage and still looked for carrier. And finally we decided to buy blue carrier. I said Alhamdulillah. I was ready to act. Thanks for my mom, my dad, my sister, LOVE YOU SO MUCH.

Friday, 2 April 2010

Kenapa Pacitan?





Pacitan adalah kota dengan banyak panorama indah seperti gua dan pantai. Saya baru pertamakali menjajaki kota tersebut. Dan saya sangat terkagum-kagum dengan keindahan pantainya.terutama Pantai Srau dan Gua Gong. Sayangnya, objek wisata tersebut kurang diperhatikan pemerintah setempat. Fasilitas jalan, penunjuk jalan, dan fasilitas umum lainnya menjadikan pantai ini sangat jarang dikunjungi warga. Padahal keindahan pantai tersebut tidak kalah dengan Bali yang belum pernah saya kunjungi. Pantai yang lainnya pun tidak kalah indah. Wisatawan local tak jarang terlihat menjajal papan seluncurnya disana.

Pacitan dengan 1001 kota guanya sekarang diancam dengan isu moral. Ini masalah tentang para calon pemimpin disana. Let I mention it, they are Cici Paramida, Ayu Azhari, Sarah Azhari, dan Julia Perez. Wow? Ya, ini fakta. Apa memang ini seharusnya terjadi? Saya pernah mendengar bahwa pemimpin itu cerminan dari masyarakatnya. Leader is a gift from God. Dan ayahku pernah bilang pemimpin adalah seorang yang dipilih oleh rakyatnya, bukan seseorang yang mengajukan dirinya menjadi seorang pemimpin.

Sekarang Pacitan dihantui oleh masalah yang tak terperika, bagiku. Mereka, calon pemimpin disitu yang berkata siap tidak pernah berkaca pada dirinya sendiri. Sekarang apa yang ada di bayangan kita saat mendengar nama-nama tersebut. Ya, anda tahu sendiri. Mungkin Cici Paramida yang paling bisa dikatakan tidak terlalu hancur moralnya, bahkan mungkin terlihat sopan. Tapi apa yang tiga lainnya terlihat sopan? Tidak. Foto-foto mereka dipajang di sebagian majalah pria dewasa dengan baju yang sangat minim. Dan Negara yang menjajah kita senang dengan keberadaan mereka, karena mereka senang jika moral kita hancur.

Yang lebih parah rakyat kecil di Pacitan beranggapan bahwa kalau mereka dapat menjadi pemimpin mereka, kehidupan strata ekonomi bawah akan terangkat. Pikirkan, mereka tidak lebih dari sebongkah daging yang mereka banggakan dengan mengabadikannya dan memamerkan kemolekannya. Itu bukan cara bersyukur, sama sekali bukan. Lagipula, mereka tanpa atau dengan sadar merusak generasi penerus bangsa ini yang ada di tangan pemuda. Lalu apa hakekatnya mereka dijadikan pemimpin?

Ternyata memang mereka yang mengajukan diri supaya menjadi pemimpin. Huh, politik. Lagi-lagi politik. Tak pernah ada habisnya. Pemimpin seharunya berada dalam subyek yang pasif, dalam arti mereka diajukan masyarakatnya untuk menjadikan seseorang itu menjadi pemimpin mereka. Kedua, ini bukan masalah umum, tapi saya memasukkan SARA disini. Pemimpin wanita dipilih jika memang tidak ada lagi pria yang sanggup. Apa kita kehabisan pria yang cerdas dan tangguh? Tidak juga bukan.

Salah satu pemimpin mekah tempo dulu adalah bekas budak. Ali bin Abi Thalib pernah sampai hampir marah waktu mendengarnya. Tetapi dia tertunduk dan menyesal ketika dia tahu bahwa bekas budak tersebut didapati yang paling pandai mengaji dan ilmu agamanya. Jadi, adakah kebaikan yang bisa mereka – para calon pemimpin pacitan – yang dapat dibanggakan?

Leave comment if you concern to this.